PERTUMBUHAN, BUNGA TUNGGAL, BUNGA MAJEMUK, BUNGA ANUITAS, PELURUH DENGAN EKSPONEN
PERTUMBUHAN
Pertumbuhan merupakan penerapan dari konsep barisan dan deret geometri naik.
An = A0 ( 1 + r )n
Ket:
An = nilai pada periode ke-n
A = nilai awal
r = prosentase pertumbuhan
n = periode pertumbuhan
Contoh:
Suatu kota memiliki jumlah penduduk pada tahun 2016 sejumlah 6 juta jiwa. Jika tingkat pertumbuhan penduduk kota tersebut 2% per tahun. Maka jumlah penduduk kota tersebut setelah 3 tahun adalah ...
Jawab:
A = 6 juta jiwa
r = 2%
n = 3
An = 6.000.000 (1 + 0,02)3
= 6.000.000(1,02)3
= 6.000.000 (1,061208)
= 6.367.248
BUNGA TUNGGAL
Bunga tunggal adalah bunga yang diberikan berdasarkan perhitungan modal awal, sehingga bunga hanya memiliki satu variasi saja (tetap) dari awal periode sampai akhir periode. Contohnya saat menabung di bank, kita akan mendapatkan bunga yang tetap tiap-tiap periode.
B = b x M x w
dan modal akhir didapatkan :
Mt = M + B
= M + b M w
Mt = M(1 + bw)
Contoh:
Roni menyimpan uangnya dalam bank sebesar Rp. 1.000.000,- bank tersebut memberikan suku bunga tunggal 4% per tahun. Setelah 6 bulan maka berapakah uang Roni?
Jawab:
M = 1.000.000
b = 4% per tahun
w = 6 bulan = 0,5 tahun
B = b x M x w
= 4% x 1000.000 x 0,5
= 20.000
Maka tabungan setelah 6 bulan adalah 1.000.000 + 20.000 = Rp. 1.020.000,-
BUNGA MAJEMUK
Jika modal awal sebesar Mo mendapat bunga majemuk sebesar b (dalam persentase) per bulan, maka setelah n bulan besar modalnya Mn menjadi:
Mn = Mo (1 + b)n
Untuk mencari besar bunga kumulatif (In), maka
In = Mn – Mo
In = Mo (1 + b)n – Mo = Mo ((1 + b)n – 1)
Dan jika modal awal sebesar Mo disimpan di bank mendapatkan bunga sebesar b pertahun dan perhitungan bunga dihitung sebanyak m kali dalam setahun, maka besar modal pada akhir tahun ke-n adalah :
Mn = Mo ( 1 + b/m )mn
Contoh:
Modal sebesar Rp 10.000.000,- dibungakan selama 3,5 tahun dengan bunga majemuk 6% per semester. Maka nilai akhir dari modal tersebut adalah...
M = 10.000.000
W = 3,5 tahun à 7 semester ( n = 7)
b = 6% pert semester ( 1 periode = 1 semester/6 bulan)
Mn = M ( 1 + b)7
= 10.000.000 ( 1 + 0,06)7
= 10.000.000 ( 1,06)7
= 15.036.300
BUNGA ANUITAS
Anuitas adalah rangkaian pembayaran atau penerimaan yang sama jumlahnya dan harus dibayarkan atau yang harus diterima pada tiap akhir periode atas sebuah pinjaman atau kredit.
![]()
- Besar bunga pada akhir periode ke-n

- Besar angsuran pada akhir periode ke-n

- Sisa hutang pada akhir periode ke-n
![]()
Contoh:
1. Menentukan besarnya anuitas :
A = M . i / 1 – ( 1 + i ) – n
= Rp 150.000.000 x 0, 18 / 1 – ( 1 + 0, 18 ) – 10
= Rp 27.000.000 / 1 – ( 1, 18 ) – 10
= Rp 27.000.000 / 0, 808935533.
= Rp 33.377.196, 20.
Jadi, besarnya anuitas ialah = Rp 33.377.196, 20.
2. Menentukan besarnya cicilan per bulan :
cicilan per bulan = Rp 33.377.196, 20 / 12.
= Rp 2.781.433, 02.
jadi, cicilan per bulannya ialah = Rp 2.781.433, 02.
PELURUHAN
Peluruhan merupakan penerapan dari konsep barisan dan deret geometri turun.
An = A ( 1 - r)n
An = nilai pada periode ke-n
A = nilai awal
r = presentase peluruhan
n = periode peluruhan
Contoh:
Ayah membeli mobil seharga Rp 100.000.000,- . Setiap tahun tingkat harga mengalami penurunan 5%. Jika ayah menjual mobilnya setelah 4 tahun. Maka berapa kisaran harga mobil ayah?
Jawab:
A = 100.000.000
r = 5%
n = 4 tahun
An = 100.000.000 ( 1 – 0,05)4
= 100.000.000 ( 0,95)4
= 100.000.000 (0,814506)
= 81.450.600
Komentar
Posting Komentar